Dalam
hidup, kita kadang berada di atas, kadang di bawah. Ada masa menyakitkan,
hilang arah dan patah. Kita sedang bertumbuh, tidak mengapa
merasakan semuanya, yang penting kita tetap bangkit dan berusaha untuk terus
memperbaikinya.
Peristiwa
menyedihkan, perasaan gagal, saat kita marah, kecewa dan terluka ternyata
menyenangkan. Kita jadi mampu mengenal diri kita lebih dalam, peristiwa
tersebut jika dimaknai justru mampu membawa kita pada level diri yang jauh
lebih baik lagi.
-Izzah Karimah
sumber: nytimes.com
Halo semua, kenalin aku izzah 😊
Setelah dua puluh sekian tahun hidup, ada banyak kejadian yang
terjadi, ada lika-liku kehidupan yang akhirnya menghasilkan pembelajaran, trial
and error, insight, inspirasi, makna dan hikmah.
Hari ini, aku mau coba ngerangkum tiga cara yang berhasil mengubah hidupku secara signifikan dan tentunya jadi lebih bahagia.
Hari ini, aku mau coba ngerangkum tiga cara yang berhasil mengubah hidupku secara signifikan dan tentunya jadi lebih bahagia.
Oke, kita mulai ya, cara bahagiaku yang pertama adalah 1# HAPUS MINDSET MEMBANDINGKAN
Dulu, ketika ngeliat orang lain
berprestasi, mencapai sesuatu, atau bisa ngelakuin hal-hal hebat lainnya aku jadi
ngerasa ciut dan minder. Akhirnya bertanya-tanya sama diri:
sumber: aboutislam.net
"Aku bisa apa ya?"
"Prestasi apa yang aku punya? apa yang bisa aku
banggakan?"
"Enak ya kalo jadi dia, enak ya jadi mereka"
"Dia bisa ini, bisa itu, dia punya ini, dia juga
punya itu"
"Dia mah enak orang kaya"
"Dia beruntung dari lahir udah berbakat"
"Dia mah enak keluarganya support"
"Ya wajarlah dia berhasil, dia kan cakep, hits
gitu loh"
"Kenapa hidup orang enak-enak banget ya?"
"Orang-orang pada hebat ya, kok kayanya cuma aku
yang gini-gini aja?"
Semakin banyak kata-kata itu keluar, semakin ngerasa sedih sama
hidup. Pikiran-pikiran tersebut menjadikan aku anak yang minder, pemalu, ga
pernah meraih mimpi dan cita-cita.
Ngerasa gak ada potensi yang berkembang, selalu merasa ga bisa, ga pantes, ga berani mencoba, ngerasa nothing dan ga percaya diri. Selama bertahun-tahun mindset ini dipelihara, di bawa kemanapun pergi, bertahun-tahun juga aku ngerasa tersiksa.
Ngerasa gak ada potensi yang berkembang, selalu merasa ga bisa, ga pantes, ga berani mencoba, ngerasa nothing dan ga percaya diri. Selama bertahun-tahun mindset ini dipelihara, di bawa kemanapun pergi, bertahun-tahun juga aku ngerasa tersiksa.
Sampe suatu hari insight itu
datang,
Ceritanya aku lagi ketemu temen lama, dia definisi dari temen paling sukses menurutku di sekolah. Akademiknya oke, temennya banyak, udah kerja, organisatoris pula.
Ceritanya aku lagi ketemu temen lama, dia definisi dari temen paling sukses menurutku di sekolah. Akademiknya oke, temennya banyak, udah kerja, organisatoris pula.
Setelah ngobrol-ngobrol, aku baru tau kalo ternyata keluarganya broken, dia berjuang pontang panting buat membantu ekonomi keluarganya, hampir setiap hari selalu nangis karena gak kuat di-bully sama senior kerjanya.
sumber: trainingzone.co.uk
Sejak
pertemuan itu aku jadi mikir, kenapa selama ini aku selalu ngerasa rendah diri
ya? kenapa aku selalu ngeliat orang lain lebih baik? padahal ternyata ga
ada orang yang sempurna hidupnya.
Setiap satu sisi yang dilebihkan, pasti ada sisi lain yang dikurangkan. Bahkan orang yang aku anggap paling sempurna pun pasti ada sisi lemahnya. Everyone has their own struggle.
Setiap satu sisi yang dilebihkan, pasti ada sisi lain yang dikurangkan. Bahkan orang yang aku anggap paling sempurna pun pasti ada sisi lemahnya. Everyone has their own struggle.
Ada kurangku, ada juga lebihku. Kenapa aku ga fokus aja sama kelebihan
yang udah diberikan? kenapa aku ga fokus aja menjadi versi terbaik dari
diriku? mungkin, hal yang aku keluhkan adalah sesuatu yang orang lain dambakan
:’(
Kita
hidup impas, aku punya sesuatu yang orang lain ga punya, orang lain punya
sesuatu yang aku ga punya. Semua telah diatur sedemikian indah. Tidak perlu
dibandingkan. Fokus pada kebaikan yang bisa terus diusahakan, dan bersinergi
lah dengan kekuatan orang lain. Kita akan menjadi semakin kuat, hidup di dunia
dengan damai.
sumber: headspace.com
Jadi sekarang tiap kali ketemu orang, aku ambil jeda
sebentar, tarik nafas, mencoba menghadirkan diri secara utuh disini, saat ini.
Lalu aku katakan pada diriku:
.
.
"Oke, tenang. Kamu punya
kelebihan, sama dia juga punya kelebihan"
"Kamu punya kekurangan, sama
dia juga pasti punya kekurangan"
"Tidak perlu saling
membandingkan, tidak usah mencari siapa yang lebih baik"
"Tidak perlu minder terhadap
kelebihan orang lain, tidak perlu terlalu merendahkan diri"
"Jalan hidupmu dan hidupnya
berbeda, kita memulainya dari garis start yang berbeda"
"Apa yang bisa aku pelajari
darinya? apa yang kira-kira bisa aku berikan untuk dia?"
"Bagaimana kalo kita
berkolaborasi? bersatu, untuk saling melengkapi dan bersinergi"
"Apa yang kita bisa lakukan
bersama untuk menciptakan kebaikan di muka bumi ini?"
sumber: chibird.com
Asli sih, setelah mencoba menerapkan mindset
ini, perasaan-perasaan minder itu bisa jauh lebih berkurang.
Sekarang tiap kali ketemu orang, alih-alih mengedepankan mindset membandingkan, aku coba untuk katakan sama diriku : “Aha! Ini dia partner kolaborasiku”
Sekarang tiap kali ketemu orang, alih-alih mengedepankan mindset membandingkan, aku coba untuk katakan sama diriku : “Aha! Ini dia partner kolaborasiku”
Cara bahagiaku yang selanjutnya adalah #2 PENERIMAAN ATAU ACCEPTANCE.
sumber: vocal.media
Ini sebenernya yang paling essential. Jujur,
aku suka banget sama konsep acceptance ini. Kalo
menurutku acceptance adalah kunci dari kebahagiaan.
Ketika dulu ga dapet PTN yang diinginkan, rasanya sedih dan kecewa. Kalo di diemin, sedih ini bisa berlarut-larut, akhirnya aku memutuskan untuk menerima. "aku terima, ya udah kalo emang belum bisa kuliah disana"
Setelah menerima hati jadi lebih lega, mulai move on dan bisa merancang mimpi yang baru. Toh akhirnya hidup juga berlanjut terus kok.
Kalo dulu aku ga bisa nerima, mungkin sampe sekarang aku masih galau dan kecewa, ngejalanin kuliah ogah-ogahan, mengutuk takdir, akhirnya masa depan ikutan jadi suram.
Sekarang aku paham,
kuncinya, penerimaan. Terima diri kita apa adanya, terima keadaan, terima orang tua, keluarga, temen, pasangan, karir, sosial, atasan dan sebagainya. Pokoknya apapun yang terjadi, accept aja dulu.
kuncinya, penerimaan. Terima diri kita apa adanya, terima keadaan, terima orang tua, keluarga, temen, pasangan, karir, sosial, atasan dan sebagainya. Pokoknya apapun yang terjadi, accept aja dulu.
Emang sih yang namanya menerima itu susah banget, bahkan jadi salah satu hal
yang paling sulit dilakukan dalam hidup. Akan tetapi, perubahan, kebahagiaan,
ketentraman hati belum bisa terjadi kalo kita belum bisa menerima. Penerimaan adalah
kunci pembukanya.
Life is a series of natural and spontaneous changes. Don’t resist them; that only creates sorrow. Let reality be reality. Let things flow naturally forward in whatever way they like –Lao Tzu
Dengan menerima mungkin kita gak bisa mengubah semuanya, gak bisa membuat hal yang diinginkan jadi terjadi, tapi dengan menerima, seenggaknya perasaan kita bisa jadi jauh lebih lega.
Di bagian ini aku tambahin konsep dari seorang psikolog bernama Carl Rogers yaitu unconditional positive regards atau menerima tanpa syarat.
Contoh ya, menerima orang lain apa adanya, sepaket antara kelebihan dan kekurangannya,
biasanya aku cuma mau nerima orang lain karena dia baik, hebat, keren, kece, oke, menyenangkan. Tapi, seringnya ga siap untuk menerima kekurangan orang lain. Nah, konflik, ketidaknyamanan dan ketidakbahagiaan biasanya muncul nih disini.
Ketika aku kita bisa menerima orang lain apa adanya, tanpa syarat, sepaket antara kelebihan dan kekurangannya, asli rasanya hidup jadi bahagia banget cuy.
Dijamin deh lo bakal punya banyak temen, ga pernah ngerasa kesepian, dan akan lebih nyaman juga sama diri sendiri.
Cobain deh jalanin hidup dengan menerima apapun tanpa syarat, maka bersiaplah merasakan magic nya dalam kehidupan anda wkwkwkw. pasti jadi memahami makna bahagia itu sederhana.
Contoh ya, menerima orang lain apa adanya, sepaket antara kelebihan dan kekurangannya,
biasanya aku cuma mau nerima orang lain karena dia baik, hebat, keren, kece, oke, menyenangkan. Tapi, seringnya ga siap untuk menerima kekurangan orang lain. Nah, konflik, ketidaknyamanan dan ketidakbahagiaan biasanya muncul nih disini.
Ketika aku kita bisa menerima orang lain apa adanya, tanpa syarat, sepaket antara kelebihan dan kekurangannya, asli rasanya hidup jadi bahagia banget cuy.
Dijamin deh lo bakal punya banyak temen, ga pernah ngerasa kesepian, dan akan lebih nyaman juga sama diri sendiri.
Cobain deh jalanin hidup dengan menerima apapun tanpa syarat, maka bersiaplah merasakan magic nya dalam kehidupan anda wkwkwkw. pasti jadi memahami makna bahagia itu sederhana.
Nah cara bahagiaku yang ketiga atau terakhir adalah #3 MEMBUAT
GRATITUDE JOURNAL
Membuat gratitude journal atau
aku nyebutnya bikin list syukur harian. Biasanya sebelum tidur aku list nikmat apa aja yang diperoleh dari bangun tidur sampe mau tidur lagi.
sumber: news.syr.edu
Waktu
itu pernah lagi rebahan di rumah aja, terus galaauuu banget “duh, hari ini begini-gini
aja lagi, gak ada yang spesial, nanti apa yang mau di isi ya di list syukur?”
Ternyata waktu di bikin list banyak banget hal yang bisa di syukuri, kaya bisa bernafas, masih di kasih hidup, sehat, anggota badan lengkap, bagian-bagian tubuh berfungsi dengan baik, merasa aman, punya tempat tinggal, punya kamar, ada kasur, bisa minum, bisa makan, bisa nikmatin kipas angin, bisa rebahan, punya kuota, punya hp dan lain-lainnya.
Ternyata waktu di bikin list banyak banget hal yang bisa di syukuri, kaya bisa bernafas, masih di kasih hidup, sehat, anggota badan lengkap, bagian-bagian tubuh berfungsi dengan baik, merasa aman, punya tempat tinggal, punya kamar, ada kasur, bisa minum, bisa makan, bisa nikmatin kipas angin, bisa rebahan, punya kuota, punya hp dan lain-lainnya.
Wow jadi amazing sendiri, ya ampun, ternyata banyak banget ya nikmat yang diperoleh walaupun cuma rebahan doang :") Aku jadi sadar buat mensyukuri nikmat yang selama ini terabaikan, momen ini jadi begitu precious buat bersyukur.
Ternyata selama ini aku lebih sering fokus sama kebahagiaan orang lain, sampe lupa kalo ternyata aku juga punya begitu banyak nikmat yang harus di syukuri:”)
Percaya ga percaya, setelah rutin ngejalanin nulis list syukur
harian, hari-hariku jadi terasa lebih menyenangkan. Jadi ter-boost terus
bahagianya. Menjalani hari lebih optimis, ngeliat sesuatu jadi lebih ke sisi
positifnya. Pokoknya bahagia terus deh bawaannya.
Melansir
dari Harvard Health Publishing, ternyata hal yang aku rasain selaras dengan
hasil penelitian dari dua orang psikolog Dr.Robert A Emmons dan Dr. Michael E
McCullough yang menunjukkan bahwa orang yang menulis rasa syukur menjadi lebih
optimis dan merasa lebih baik dalam
hidupnya.
Dan ternyata, syukur akan lebih terasa ketika kita bisa membagikan
nikmat yang ada ke orang lain. Selain lebih meaningful, bahagianya juga bertambah. Hati pun terasa lebih tentram:")
sumber: in2english.net
Eitsss, sebetulnya aku masih punya beberapa cara lagi nih untuk merasakan bahagia hehehe. Tunggu yaaa di tulisan selanjutnya.
Oiya, aku juga mau ngerekomendasiin nih konsep-konsep inspiratif yang bisa bikin hidup jadi lebih
enteng dan bahagia, kaya IKIGAI, filosofi
stoicism, mindfulness, dan minimalism.
Dan kabar bahagianya, Satu Persen udah mengulas semuanya 😉 jadi langsung aja cussss ke channel nya Satu Persen. Banyak juga konten lainnya di Satu Persen yang bikin kualitas hidup jadi lebih baik. Persis kaya mottonya Satu Persen; jadi lebih baik seenggak nya Satu Persen setiap harinya hehehe.
Dan kabar bahagianya, Satu Persen udah mengulas semuanya 😉 jadi langsung aja cussss ke channel nya Satu Persen. Banyak juga konten lainnya di Satu Persen yang bikin kualitas hidup jadi lebih baik. Persis kaya mottonya Satu Persen; jadi lebih baik seenggak nya Satu Persen setiap harinya hehehe.
Sebenernya bahagia tuh simpel. Bahagia gak usah di cari
kesana kemari, gak perlu juga didapet pake cara ini dan itu. Kadang, diri kita
sendiri yang bikin bahagia itu jadi bersyarat, padahal bahagia itu tanpa
syarat, adanya di dalam hati sendiri. Semakin kebahagiaan itu dikejar, semakin
merasa hampa. Ketika lo memutuskan untuk bahagia, yaudah just do it!. berbahagialah.
selesai.
Makasih ya udah mau baca sampe abis, semoga kita
semua dimudahkan untuk merasakan bahagia.
😊COBA KAMU YANG LAGI BACA INI SENYUM DULU DONG,
NAH GITU KAN MANIS HEHEHEHEH 😊









