Sabtu, 17 Maret 2012

kisah inspiratif




Sally baru berumur delapan tahum ketika dia mendengar ibu dan ayahnya sedang berbicara mengenai adik lelakinya Georgi. Ia sedang menderita sakit yang parah dan mereka telah melakukan apa pun yang bisa mereka lakukan untuk menyelamatkan jiwanya. Hanya operasi yang diharapkan bisa menyelamatkan jiwa Georgi. Sebuah operasi uang sangat mahal, dan mereka tidak mempunyai biaya untuk itu.
Sally mendengar ayahnya berbisik, “ hanya keajaiban yang bisa menyelamatkannya sekarang ”
Sally pergi ke tempat tidur dan mengambil celengan dari tempat persembunyiaanya. Lalu dikeluarkannya semua isi  celengan tersebut ke lantai dan menghitung secara cermat,tiga kali. Nilainya harus benar-benar tepat.
Dengan membawa uang tersebut, Sally menyelinap keluar dan pergi ke sebuah apotik disudut jalan. Ia menunggu denagn sabar sampai sang apoteker member perhatian. Tapi dia terlalu sibuk dengan orang lain untuk diganggu oleh seorang anak berusia delapan tahun. Sally berusaha menarik perhatian dengan melambai-lambaikan tangannya, tapi  gagal. Akhirnya ia mengambil uang koin dan melemparkannya ke kaca etalase. Berhasil !!!
“ apa yang kamu perlukan? ” Tanya apoteker tersebut dengan suara marah. “ saya sedang bicara dengan pelanggan saya”
“ tapi saya ingin berbicara dengan mu mengenai adik saya’’ Sally menjawab dengan nada yang sama.
“dia sakit… dan saya ingin membeli keajaiban”
“ apa yang kamu katakan? ” Tanya sang apoteker
“ ayah saya mengatakan hanya keajaiban yang bisa menyelamatkan jiwanya sekarang, jadi berapa harga keajaiban itu “
“ kami tidak menjual keajaiban, adik kecil. Saya tidak bisa menolongmu ”
“ dengar, saya mempunyai uang untuk membelinya, katakana saja berapa harganya ”
Seorang pria berpakaian rapi berhenti dan bertanya, “ jenis keajaiban apa yang dibutuhkan oleh adikmu? ”
“ saya tidak tahu, ” jawab Sally, air mata mulai menetes di pipinya.
“ saya hanya tahu dia sakit parah dan mama mengatakan bahwa ia membutuhkan perasi. Tapi kedua orang tua saya tidak mampu membayarnya……, tapi saya juga mempunyai uang ’’
“ berapa uang yang kamu punya? “ Tanya pria itu lagi.
“ satu dollar dan sebelas sen “ jawab sally dengan bangga.
“ dan itulah seluruh uang yang aku miliki di dunia ini “
“ wah kebetulan sekali” kata pria itu sambil tersenyum.
“ satu dollar dan sebelas sen harga yang tepat untuk membeli keajaiban yang dapat menolong adikmu” dia mengambil uang tersebut dan  memegang tangan Sally sambil berkata : “ bawalah saya kepada adikmu. Saya ingin  bertemu dengannya dan orang tua mu.
Pria itu adalah Dr. Carlton Amstrong, seorang ahli bedah terkenal. Operasi dilakukannya tanpa biaya dan membutuhkan waktu tidak lama sebelum Georgi dapat kembali ke rumah dalam keadaan sehat.
Kedua orangtuanya sangat bahagia mendapat keajaiban tersebut.
“ operasi itu” bisik ibunya, “ adalah seperti keajaiban, saya tidak dapat membayangkan berapa harganya ‘’
Sally tersenyum. Dia tahu secara pasti berapa harga keajaiban tersebut. Satu dollar dan sebelas sen ditambah keyakinan.
 
Dikutip dari buku “ 30 hari mencari jati diri -Aris Ahmad Jaya ”

Selasa, 13 Maret 2012

ee dicelana

ya Allah apaansi ini judulnya? kok begini banget hehehe. sebenernya ini pengalaman udah lama banget, tepatnya pas masih  tk. Wajar sih sebenernya masih bocah ( astagfirullah-_-)
jadi ceritanya, pas aku masih tk, eh mau tau ga tknya dimana? yap betul! TKIT Nurul Fikri.
waktu tk sering ngadain kunjungan ke rumah-rumah murid, nah pas itu waktunya kunjungan ke rumah zainab (jeje). rumah jeje ada di komplek timah, jadi ngga terlalu jauh, kita jalan kaki rame-rame kesananya.
waktu sampe dirumah jeje, kita main dihalaman belakang rumahnya. eh pas kita lagi asik asik main, tiba-tiba si ayyas nyeletuk gini  "bu, saya pengen ee" dengan suara keras dan penuh percaya diri. dan sontak semua temen-temen langsung pada ketawa, tepatnya ngetawain kejujuran ayyas ( maklum masih tk). abis pada ketawa-ketawa gitu, tiba-tiba aja virusnya si ayyas nular ke aku, kok tiba-tiba aku jadi ikut-ikut pengen ee begini ya, pengen si teriak kaya ayyas tadi, tapi aku terlalu maluuu untuk mengatakannya (gengsi dong :>)  jadi yaudah diem aja, tahan tahan aja. akhirnya pas semua pada main, aku cuma duduk manis dikursi sambil nahan mules yang rasanya udah diujung tanduk. udah gitu keringetan muka udah pucet dan aku diem aja,(tau kan gimana rasanya? wkwk)  akhirnya.. karena saya sudah tidak tahan, terpaksalah *taraaat* lega deh abis itu, tapi tetep aja ngga enak, kok ada yg anget-anget gimana ya. tiba-tiba aja bu siapa gitu manggil ( maaaf ya bu saya lupa!) "izzah, sini! mau kue ngga?" aku cuma bisa ngegelengin kepala, seandainya aja ibu dulu tau, kalo saya berdiri nanti ada yang berjatuhan bu, wkwkwk.
akhirnya saatnya pulang, " ayo ayo semua, kita siap-siap pulang" kata bu guru. semuanya langsung pada jalan  ke depan. dan aku? masih aja setia sama kursi itu. "izzah ayo bangun,kita udah mau pulang".
aku cuma diem aja dan nunduk, "ayo izzah.. ngga mau pulang?" aku masih diem aja dan makin lama ekspresi mukanya makin jelek ( lho bukannya emang udah?).
"kenapa zah?" akhirnya buguru nyamperin aku. "izzah kenapa?" tanya beliau lagi. "saya ee dicelana bu" aku ngomong gitu sambil air mata berjatuhan plus malu yang ngga ketahanan!
*terus lupa abis gitu apa yang terjadi*
dan akhirnya, aku pulang dengan minjem bajunya jeje