Rabu, 22 April 2020

Tiga Cara Bahagia

Dalam hidup, kita kadang berada di atas, kadang di bawah. Ada masa menyakitkan, hilang arah dan patah. Kita sedang bertumbuh, tidak mengapa merasakan semuanya, yang penting kita tetap bangkit dan berusaha untuk terus memperbaikinya.

Peristiwa menyedihkan, perasaan gagal, saat kita marah, kecewa dan terluka ternyata menyenangkan. Kita jadi mampu mengenal diri kita lebih dalam, peristiwa tersebut jika dimaknai justru mampu membawa kita pada level diri yang jauh lebih baik lagi.

-Izzah Karimah


sumber: nytimes.com

Halo semua, kenalin aku izzah
😊

Setelah dua puluh sekian tahun hidup, ada banyak kejadian yang terjadi, ada lika-liku kehidupan yang akhirnya menghasilkan pembelajaran, trial and error, insight, inspirasi, makna dan hikmah. 
Hari ini, aku mau coba ngerangkum tiga cara yang berhasil mengubah hidupku secara signifikan dan tentunya jadi lebih bahagia. 

Oke, kita mulai ya, cara bahagiaku yang pertama adalah 1# HAPUS MINDSET MEMBANDINGKAN

Dulu, ketika ngeliat orang lain berprestasi, mencapai sesuatu, atau bisa ngelakuin hal-hal hebat lainnya aku jadi ngerasa ciut dan minder. Akhirnya bertanya-tanya sama diri:

sumber: aboutislam.net

"Aku bisa apa ya?"
"Prestasi apa yang aku punya? apa yang bisa aku banggakan?"
"Enak ya kalo jadi dia, enak ya jadi mereka"
"Dia bisa ini, bisa itu, dia punya ini, dia juga punya itu"
"Dia mah enak orang kaya"
"Dia beruntung dari lahir udah berbakat"
"Dia mah enak keluarganya support"
"Ya wajarlah dia berhasil, dia kan cakep, hits gitu loh"
"Kenapa hidup orang enak-enak banget ya?"
"Orang-orang pada hebat ya, kok kayanya cuma aku yang gini-gini aja?"                                                                                                            
Semakin banyak kata-kata itu keluar, semakin ngerasa sedih sama hidup. Pikiran-pikiran tersebut menjadikan aku anak yang minder, pemalu, ga pernah meraih mimpi dan cita-cita. 

Ngerasa gak ada potensi yang berkembang, selalu merasa ga bisa, ga pantes, ga berani mencoba, ngerasa nothing dan ga percaya diri. Selama bertahun-tahun mindset ini dipelihara, di bawa kemanapun pergi, bertahun-tahun juga aku ngerasa tersiksa.
                                                              
Sampe suatu hari insight itu datang, 
Ceritanya aku lagi ketemu temen lama, dia definisi dari temen paling sukses menurutku di sekolah. Akademiknya oke, temennya banyak, udah kerja, organisatoris pula. 

Setelah ngobrol-ngobrol, aku baru tau kalo ternyata keluarganya broken, dia berjuang pontang panting buat membantu ekonomi keluarganya, hampir setiap hari selalu nangis karena gak kuat di-bully sama senior kerjanya.   

sumber: trainingzone.co.uk

Sejak pertemuan itu aku jadi mikir, kenapa selama ini aku selalu ngerasa rendah diri ya? kenapa aku selalu ngeliat orang lain lebih baik? padahal ternyata ga ada orang yang sempurna hidupnya. 

Setiap satu sisi yang dilebihkan, pasti ada sisi lain yang dikurangkan. Bahkan orang yang aku anggap paling sempurna pun pasti ada sisi lemahnya. Everyone has their own struggle.

Ada kurangku, ada juga lebihku. Kenapa aku ga fokus aja sama kelebihan yang udah diberikan? kenapa aku ga fokus aja menjadi versi terbaik dari diriku? mungkin, hal yang aku keluhkan adalah sesuatu yang orang lain dambakan :’(

Kita hidup impas, aku punya sesuatu yang orang lain ga punya, orang lain punya sesuatu yang aku ga punya. Semua telah diatur sedemikian indah. Tidak perlu dibandingkan. Fokus pada kebaikan yang bisa terus diusahakan, dan bersinergi lah dengan kekuatan orang lain. Kita akan menjadi semakin kuat, hidup di dunia dengan damai. 


sumber: headspace.com

Jadi sekarang tiap kali ketemu orang, aku ambil jeda sebentar, tarik nafas, mencoba menghadirkan diri secara utuh disini, saat ini. Lalu aku katakan pada diriku:
.
"Oke, tenang. Kamu punya kelebihan, sama dia juga punya kelebihan"
"Kamu punya kekurangan, sama dia juga pasti punya kekurangan"
"Tidak perlu saling membandingkan, tidak usah mencari siapa yang lebih baik"
"Tidak perlu minder terhadap kelebihan orang lain, tidak perlu terlalu merendahkan diri"
"Jalan hidupmu dan hidupnya berbeda, kita memulainya dari garis start yang berbeda"
"Apa yang bisa aku pelajari darinya? apa yang kira-kira bisa aku berikan untuk dia?"
"Bagaimana kalo kita berkolaborasi?  bersatu, untuk saling melengkapi dan bersinergi"
"Apa yang kita bisa lakukan bersama untuk menciptakan kebaikan di muka bumi ini?"

 sumber: chibird.com

Asli sih, setelah mencoba menerapkan mindset ini, perasaan-perasaan minder itu bisa jauh lebih berkurang. 
Sekarang tiap kali ketemu orang, alih-alih mengedepankan mindset membandingkan, aku coba untuk katakan sama diriku : “Aha! Ini dia partner kolaborasiku”

Cara bahagiaku yang selanjutnya adalah #2 PENERIMAAN ATAU ACCEPTANCE.                          

sumber: vocal.media

Ini sebenernya yang paling essential. Jujur, aku suka banget sama konsep acceptance ini.  Kalo menurutku acceptance adalah kunci dari kebahagiaan.  

Ketika dulu ga dapet PTN yang diinginkan, rasanya sedih dan kecewa. Kalo di diemin, sedih ini bisa berlarut-larut, akhirnya aku memutuskan untuk menerima. "aku terima, ya udah kalo emang belum bisa kuliah disana" 

Setelah menerima hati jadi lebih lega, mulai move on dan bisa merancang mimpi yang baru. Toh akhirnya hidup juga berlanjut terus kok.  
Kalo dulu aku ga bisa nerima, mungkin sampe sekarang aku masih galau dan kecewa, ngejalanin kuliah ogah-ogahan, mengutuk takdir, akhirnya masa depan ikutan jadi suram. 

Dulu aku sering nanya, “kenapa sih bisa ada marah, galau, kecewa?” akhirnya sekarang aku udah nemu jawabannya, ternyata simple, karena aku belum bisa menerima.  Ketika realita ga sesuai harapan, dan aku masih keukeuh belum bisa menerimanya akhirnya jadilah itu si sedih, galau, kecewa muncul. Sumber awal dari ketidakbahagiaan itu karena belum bisa menerima.

sumber: loop.co.id


Sekarang aku paham, 
kuncinya, penerimaan. Terima diri kita apa adanya, terima keadaan, terima orang tua, keluarga, temen, pasangan, karir, sosial, atasan dan sebagainya. Pokoknya apapun yang terjadi, accept aja dulu. 

Emang sih yang namanya menerima itu susah banget, bahkan jadi salah satu hal yang paling sulit dilakukan dalam hidup. Akan tetapi, perubahan, kebahagiaan, ketentraman hati belum bisa terjadi kalo kita belum bisa menerima. Penerimaan adalah kunci pembukanya. 


Life is a series of natural and spontaneous changes.  Don’t resist them; that only creates sorrow. Let reality be reality. Let things flow naturally forward in whatever way they like  –Lao Tzu 

Dengan menerima mungkin kita gak bisa mengubah semuanya, gak bisa membuat hal yang diinginkan jadi terjadi, tapi dengan menerima, seenggaknya perasaan kita bisa jadi jauh lebih lega.


Di bagian ini aku tambahin konsep dari seorang psikolog bernama Carl Rogers yaitu unconditional positive regards atau menerima tanpa syarat.  

Contoh ya, menerima orang lain apa adanya, sepaket antara kelebihan dan kekurangannya, 
biasanya aku cuma mau nerima orang lain karena dia baik, hebat, keren, kece, oke, menyenangkan. Tapi, seringnya ga siap untuk menerima kekurangan orang lain. Nah, konflik, ketidaknyamanan dan ketidakbahagiaan biasanya muncul nih disini. 

Ketika aku kita bisa menerima orang lain apa adanya, tanpa syarat, sepaket antara kelebihan dan kekurangannya, asli rasanya hidup jadi bahagia banget cuy. 
Dijamin deh lo bakal punya banyak temen, ga pernah ngerasa kesepian, dan akan lebih nyaman juga sama diri sendiri. 

Cobain deh jalanin hidup dengan menerima apapun tanpa syarat, maka bersiaplah merasakan magic nya dalam kehidupan anda wkwkwkw. pasti jadi memahami makna bahagia itu sederhana.  

Nah cara bahagiaku yang ketiga atau terakhir adalah #3 MEMBUAT GRATITUDE JOURNAL

Membuat gratitude journal atau aku nyebutnya bikin list syukur harian. Biasanya sebelum tidur aku list nikmat apa aja yang diperoleh dari bangun tidur sampe mau tidur lagi. 


sumber: news.syr.edu

Waktu itu pernah lagi rebahan di rumah aja, terus galaauuu banget “duh, hari ini begini-gini aja lagi, gak ada yang spesial, nanti apa yang mau di isi ya di list syukur?”  

Ternyata waktu di bikin list banyak banget hal yang bisa di syukuri,  kaya bisa bernafas, masih di kasih hidup, sehat, anggota badan lengkap, bagian-bagian tubuh berfungsi dengan baik, merasa aman, punya tempat tinggal, punya kamar, ada kasur, bisa minum, bisa makan, bisa nikmatin kipas angin, bisa rebahan, punya kuota, punya hp dan lain-lainnya. 

Wow jadi amazing sendiri, ya ampun, ternyata banyak banget ya nikmat yang diperoleh walaupun cuma rebahan doang :") Aku jadi sadar buat mensyukuri nikmat yang selama ini terabaikan, momen ini jadi begitu precious buat bersyukur. 

Ternyata selama ini aku lebih sering fokus sama kebahagiaan orang lain, sampe lupa kalo ternyata aku  juga punya begitu banyak nikmat yang harus di syukuri:”)  

Percaya ga percaya, setelah rutin ngejalanin nulis list syukur harian, hari-hariku jadi terasa lebih menyenangkan. Jadi ter-boost terus bahagianya. Menjalani hari lebih optimis, ngeliat sesuatu jadi lebih ke sisi positifnya. Pokoknya bahagia terus deh bawaannya.       

Melansir dari Harvard Health Publishing, ternyata hal yang aku rasain selaras dengan hasil penelitian dari dua orang psikolog Dr.Robert A Emmons dan Dr. Michael E McCullough yang menunjukkan bahwa orang yang menulis rasa syukur menjadi lebih optimis dan merasa lebih baik dalam hidupnya.  
Dan ternyata, syukur akan lebih terasa ketika kita bisa membagikan nikmat yang ada ke orang lain. Selain lebih meaningful, bahagianya juga bertambah. Hati pun terasa lebih tentram:")  


                    
sumber: in2english.net

Nah sekiaaaan, itu dia tiga cara bahagia ala ala aku😊
Eitsss, sebetulnya aku masih punya beberapa cara lagi nih untuk merasakan bahagia hehehe. Tunggu yaaa di tulisan selanjutnya. 

Oiya, aku juga mau ngerekomendasiin nih konsep-konsep inspiratif yang bisa bikin hidup jadi lebih enteng dan bahagia, kaya IKIGAIfilosofi stoicismmindfulness, dan minimalism

Dan kabar bahagianya, Satu Persen udah mengulas semuanya 😉 jadi langsung aja cussss ke channel nya Satu Persen. Banyak juga konten lainnya di Satu Persen yang bikin kualitas hidup jadi lebih baik. Persis kaya mottonya Satu Persen; jadi lebih baik seenggak nya Satu Persen setiap harinya hehehe.


Akhir kata,

Sebenernya bahagia tuh simpel. Bahagia gak usah di cari kesana kemari, gak perlu juga didapet pake cara ini dan itu. Kadang, diri kita sendiri yang bikin bahagia itu jadi bersyarat, padahal bahagia itu tanpa syarat, adanya di dalam hati sendiri. Semakin kebahagiaan itu dikejar, semakin merasa hampa. Ketika lo memutuskan untuk bahagia, yaudah just do it!. berbahagialah. selesai.                                                                                                    

Makasih ya udah mau baca sampe abis, semoga kita semua dimudahkan untuk merasakan bahagia.

😊COBA KAMU YANG LAGI BACA INI SENYUM DULU DONG, 

NAH GITU KAN MANIS HEHEHEHEH 😊


Tidak ada komentar:

Posting Komentar